Pantai Ambalat, Kutai Kartanegara. Pernah ke Sini?

0

“I hate vacations. If you can build buildings, why sit on the beach?” – Philip Johnson

Pantai Ambalat, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Image pantai yang bagus pasti yang pasirnya putih. Kalo yang coklat? ehmm… Kesan pantai kotor  yang langsung terlintas di bayangan. Tapi bosen kali ya semua pantai yang diceritain selalu yang pasirnya putih? Sekali-kali boleh dong cerita pantai pasir coklat. Yah paling enggak coklat kan mengandung zat antioksidan *bukan coklat yang itu kalee*.


Kejadian ini terjadi tatkala gw dan temen gw mau ke penangkaran Buaya di Tritip Balikpapan. Kebablasan, kami malah nyampe ke Kutai Kertanegara. Di perbatasan antara Balikpapan dan Kutai Kertanegara inilah ada plang gede yang tulisannya “masuk ke Pantai Ambalat”. Yup… Nama Ambalat memang sangat familiar di telinga kita yaitu blok minyak di bagian Timur Perairan Kalimantan Timur yang jadi rebutan antara Indonesia dan Malaysia. Walopun lokasinya sama-sama di bagian timur Kalimantan, Pantai ini beda dengan blok minyak itu, ini adalah Pantai Ambalat.

Lokasi pantainya sendiri masih jauh sangat masuk ke dalam dari jalan raya Balikpapan – Kutai Kartanegara. Pas ngeliat plang besar yang tulisannya “Pantai Ambalat masuk sini –>”, dengan semangat menggebu-gebu masuklah kami ke jalan menuju Pantai Ambalat yang dimaksud plang tersebut. Pas jalan kok gak nyampe-nyampe pantainya… Ternyata lumayan jauh juga bo’… Dan sepertinya tidak ada angkutan umum untuk menuju pantai ini.

Jalan menuju pantai ini sudah bagus kok, tenang aja.. sudah di beton semua. Walaupun agak sempit, Jalan menuju pantai masih cukup untuk dilewatin mobil.

Pasir Pantai Ambalat ini berwarna coklat. Meskipun begitu, pantai ini bersih lho. Ibarat manusia, warna kulitnya sawo matang eksotis bersih alami.. bukan karena daki hihihi *bukannya bermaksud rasis, tapi warna kulit coklat itu memang menarik kok*. Kalo di zoom se-ngezoom-ngezoomnya, pasirnya banyak serpihan perumahan kelomang2 kecil yang hancur… Dulu pas bikin rumah kurang adonan semen kali ya nih kelomangs… atau kumpulan kelomangs ini punya tradisi memblender rumahnya hingga hancur lebur gitu.. hmm.. Hanya Tuhan yang tahu..

Di bagian kiri dan kanan pantai diapit pohon sejenis bakau. Pasirnya lumayan berwarna coklat muda.. Di bagian tengah pantai warna coklatnya menua dan ditumbuhi pohon cemara. Yah itung-itung gradasi suasana lah.. Ombak pantai ini tidak besar, jadi bagi yang ingin nyebur-nyebur masih aman. Mau mandi? berenang? Oke-oke aja.. asalkan bukan main surfing aja.. Impossible sepertinya..

Pantai Ambalat
Pantai Ambalat yang tenang

Tumben-tumbenan postingan yang satu ini gak ada unsur biaya, tarif, dan unsur-unsur lain yang menampakkan nominal rupiah. Ya karena gw naik motor pribadi, itupun isi bensin dah dua hari sebelumnya hehehe..

Kalo masih ada yg keukeuh menyukai pantai pasir putih, mungkin pemirsa yang budiman pakdiman serta budiboy bertanya-tanya kira-kira alasan kuat apa biar ada keinginan kesana? Worth it ? Kalo gw jawab: Tergantung, keistimewaan pantai ini adalah sepi, terpencil, dan gratis… Priceless banget dah bisa nemu pantai yang sepi gini…

Baca juga:  Mencari SKCK Sampai ke Sam Poo Kong, Semarang
SHARE

LEAVE A REPLY