Solo Traveling ke Pantai Lombang, Madura

9

Pantai Lombang

Setelah sejam perjalanan dari Bangkal, sampailah saya ke Pantai Lombang. Memasuki areal pantai harus bayar dua kali, bayar tarif masuknya sendiri Rp2.000 dan bayar biaya kebersihan Rp2.000.

Pantai Lombang ini adalah pantai berpasir putih dengan garis pantai yang sangat panjang (12-20Km kalo menurut Google). Jenis pasirnya mirip-mirip Pantai Kuta/Sawarna. Pasir putihnya amat sangat lembut, dengan warna yang agak putih kekuning-kuningan. Untuk menemukan kedamaian silakan datang kesini pas hari kerja atau hari Sabtu. Bener-bener seperti memiliki pantai pribadi!! Sepi banget bo’….

 

Pantai Madura
Garis Pantai Lombang yang panjang

Mungkin inilah alasan mengapa banyak orang datang kesini, POHON CEMARA UDANG!! Yup, sepanjang pantai Lombang ini banyak ditumbuhi cemara udang. Dan di seluruh dunia, pantai yang ditumbuhi cemara udang ini katanya juga cuman dua doang, di Pantai Lombang ini dan satu lagi di China sono. Unik kan?

Cemara udang sendiri mempunyai batang pohon yang berbengkok-bengkok kayak udang. Dahannya bercabang-cabang dengan daun yang mirip sapu ijuk berwarna hijau.

Pantai Madura
Daun Cemara Udang, Pantai Lombang, Madura

Sebenernya pengen nyebur-nyebur di pantainya, tapi karena saya sendirian gak ada yang jagain tas saya (yang notabene isinya kerjaan kantor semua, gak lucu dong kalo ilang bisa repot tralala..), akhirnya saya cuman jalan-jalan aja menelusuri pantainya. Gempor juga kalo harus jalan terus nih, secara pantainya panjang tak terkira gitu.

Setelah capek menelusuri pantai, saya minum-minum dulu di beberapa warung yang ada di sini. Kelapa mudanya bener-bener seger… ehmmm.. dan murah..

Pantai Madura
Es kelapa Muda

Pas baliknya, saya minta dijemput ama taksi yang tadi saya naiki pas berangkat. Sebelumnya memang mas-mas keneknya nawarin gimana kalo nanti dijemput aja pulangnya. Tarifnya sama aja kalo ngeteng nyambung-nyambung angkot+becak yaitu Rp30.000 sampai terminal Sumenep. Angkut mas….

Sesampainya di terminal Sumenep, saya naik deh bus patas Sumenep-Surabaya. Bayarnya Rp42.000, selisih sembilan ribu rupiah kalo dibandingkan dengan yang nonpatas. Bedanya? cuman lebih bersih dan ber-AC. Di jalanan juga berhenti-berhenti.

Bus yang saya naiki ternyata melewati pantai selatan Madura. Wuih, dapet bonus pemandangan pantai-pantai yang indah deh secara jalanannya bener-bener mepet pantai gini. Pantai selatan madura ini banyak dihiasi pohon-pohon bakau dan kapal-kapal nelayan yang lagi bersauh.

Pantai Madura
Pantai Selatan Madura

Penduduk Madura

Masih inget ama Bu Bariah, salah satu tokoh dalam Si Unyil kan? Nah, di Madura juga masih banyak yang berpenampilan mirip Bu Bariah. Mayoritas penduduknya (sepertinya) muslim. Terlihat dari cara berpakaian para laki-laki nya, dan banyaknya masjid di sini.

Walopun masih dekat dengan Pulau Jawa, Bahasa Madura beda banget ama bahasa Jawa. Logat bicaranya mirip Bu Bariah yang “Bo abo tak iye..” itu. saya aja cuman bengong ketika orang sini ngomong. Kagak ngarti artinya cyiiin..

Awalnya saya sering banget bilang pake bahasa Jawa “matur nuwun” kalo mau ngucapin terima kasih karena saya kira bahasanya sama dengan bahasa Jawa. Dan mulailah ketahuan kalo saya bukan penduduk Madura. Mereka nanya-nanya ke saya asalnya dari mana, kuliah atau kerja, kesini ngapain, dan sebagainya #akrab. Ya udah, gantian saya nanya bahasa Madura nya “terima kasih” apaan? Mereka jawab “kalangkong”… #eaaaa ternyata selama di sini dengan sok pede dan sok taunya saya salah ucap 😛

So, kembali lagi ke pembahasan orang Madura yang agak “menyeramkan” itu. Seperti kata sepasang turis kakek-kakek dan nenek-nenek dari Belanda yang saya temuin di Phnom Penh, saat saya tanya apakah mereka tidak takut jalan-jalan cuman berdua mengelilingi dunia yang bahkan tempat yang dikunjungi kebanyakan di negara-negara dunia ketiga, dan mereka jawab “Pada dasarnya setiap manusia punya sisi baik dan buruk, kalo kita baik niscaya orang juga baik kepada kita”, saya pun mempraktikkannya. Karena saya gak melakukan hal yang “tidak-tidak”, saya pun juga tidak mengalami hal yang “tidak-tidak”… Masih sehat wal khasiat tuh sampe sekarang 🙂

Gambar-gambar/ foto-foto Pantai Lombang, Madura

9 COMMENTS

  1. busetttt…!! ngeliat foto diatas.. pantainya asik beuddd.. sepii.. *secara, saya tidak suka keramaian*
    siap.. *masukkan nama Madura dalam list tempat-tempat yang harus dikunjungi* 😀

  2. kalo dikelola dgn baik, rasanya ga rugi deh perjalanan 6 jam dari surabaya ke panati ini.. tapi ya gitu deh,, waktu saya kesana, pantainya kotor, dan fasilitas kamar mandi untuk bersih-bersih setekah renang pun ala kadarnya banget.. 🙁

  3. Trims bro. Amazing how no one goes 2 these places. I’m headed there now. I recommend the suramadu hotel in sumenap fo the price, wifi, landscaping, hot water, etc o ya, dapat salam dari kepala desa tecumseh

LEAVE A REPLY