Surfing di Sawarna, Banten

12

– Pantai Ciantir

Pantai Ciantir ini adalah pantai yang berdekatan dengan Pelabuhan Ratu. Kalau Pelabuhan Ratu masuk Jawa Barat, Pantai Ciantir ini masuk Banten. Kalo Pelabuhan Ratu warna pasir pantainya hitam, kalo Pantai Ciantir warna pasirnya putih. Persamaan dari dua pantai ini adalah memiliki ombak yang bagus.

Pantai sawarna
Pantai Ciantir
Pasir putih Pantai Sawarna
Pasir putih Pantai Ciantir

Jalan menuju pantai tidak bisa dilalui mobil karena harus melalui jembatan kayu yang kecil. Motor masih bisa lewat jembatan ini. Jadi sekali lagi, untuk yang membawa mobil pribadi ke sini sebaiknya mencari penginapan di penginapan sebelum jembatan. Sedangkan yang ke sini ngeteng menggunakan angkutan umum atau menggunakan motor pilihannya lebih banyak, bisa menginap di penginapan sebelum jembatan atau sesudah jembatan.

Jembatan Sawarna
Jembatan Sawarna

Minggu, 3 Oktober 2010

– Surfing di Pantai Ciantir

Pukul 7 pagi, kami siap-siap berangkat surfing. Tujuan kami datang kesini adalah SURFING! Kami tidak mengunjungi pantai indah lain di sekitar sini seperti Lagun Pari, Karang Taraje, Palistir dan Goa Lalay. Waktu yang tepat buat surfing, kata guide kami, adalah pagi hari. Akhirnya kami pun berselancar dari pukul 7.30 sampai pukul 11.30.

Entah kenapa, pergi ke Sawarna ini kami selalu melawan mainstream. Kalo yang lain kesini melalui Serang, kami justru memilih lewat Sukabumi. Kalo yang lain tujuannya kesini menikmati pemandangan indah, kami justru lebih memilih surfing. Saya sangat susah mencari informasi dan cerita surfing di Sawarna melalui Google. Kebanyakan bercerita keindahan dan takut dengan ombak lautnya yang besar. Sebenarnya agak deg-degan juga melihat ombak besar di pinggir Pantai Ciantir. Tapi ternyata rasa takut itu sirna ketika kita berjalan ke tengah laut yang ternyata landai sampai sebatas sampai leher tinggi air lautnya.

Surfing pun dimulai dengan arahan guide kami, Irfan. Sangat menyenangkan ternyata di atas papan selancar, kemudian tersapu ombak… Benar-benar sensasi tersendiri!!! Kurang puas sebenarnya cuman berselancar 4 jam saja, tapi apa daya kami harus kembali ke Jakarta pada siang harinya. Sebelum pulang, kami sempatkan dulu main di Tanjung Layar, sepasang bongkahan karang raksasa yang jaraknya cuman 5 menit jalan kaki ke sebelah kiri pantai Ciantir.

– Tanjung layar

Tanjung layar adalah dua bongkah karang yang berdiri tinggi bak sepasang kekasih. Indah memang karang ini sehingga sering menjadi objek buruan para fotografer. Sepulang dari Tanjung Layar menuju ke penginapan, kami melalui semak-semak yang sedang berbunga warna-warni indah.

Tanjung Karang sawarna
Tanjung Layar, Sawarna

Pukul satu siang kami kembali ke Jakarta dengan rute yang sama dan juga masih mengalami kemacetan di Jalan Raya Sukabumi. Total biaya untuk bahan bakar mobil yaitu Rp200.000 Bintaro-Sawarna-Bintaro. Sebenarnya kami ingin merasakan jalur Serang, tapi penduduk setempat menyarankan kami lebih baik lewat Jalur Sukabumi saja karena jalanan di jalur Serang ini lumayan rusak. Oh ya, kami disarankan penduduk sekitar jangan melalui jalur Serang pada malam hari karena “menyeramkan”… hiiiiiy… attuuutt….

Gambar-gambar/Foto-foto Lengkap Sawarna

1
2
3
4
SHARE

12 COMMENTS

    • @riris
      Kebetulan belum pernah. Setahu saya, naik angkutan umum ke Sawarna rutenya seperti ini:
      (Kalideres/Tanjung Priuk/Slipi Jaya/Kampung Rambutan/Pulo Gadung) -> (Terminal Pakupatan Serang) -> (Malingping) -> (Bayah) -> (Sawarna)

LEAVE A REPLY