Surfing di Sawarna, Banten

12

Penginapan

Pukul 4.30-an sore, kami sampai di Saung Chlara yang telah kami sewa sebelumnya. Saung ini dimiliki oleh Ibu Nenda (087772095744) yang notabene adalah kepala sekolah (entah ibunya atau suaminya gw gak nanya lebih lanjut). Ibu Nenda ini sangat baik, sampai-sampai beliau kasih wejangan untuk berhati-hati kepada orang-orang tertentu yang dicurigai kleptomania. Ibu Nenda ini juga baik banget mau membantu kita mencarikan penyewaan papan surfing beserta guide-nya (ehm… kami memang belum bisa surfing sebelumnya 😀 )

Saung Chlara ini cocok sekali bagi anda yang membawa mobil pribadi, karena halaman rumahnya bisa buat parkir. Kalo wisma lain yang dekat dengan pantainya justru tidak bisa dimasuki mobil. Wisma ini cuman beberapa langkah dari jembatan Sawarna yang legendaris itu. Jarak saung ini dengan pantai sekitar 10 menit jalan kaki. Kalo kesini ngeteng pakai angkutan umum bisa sewa juga saung Chlara yang dekat dengan pantainya, karena Bu Nenda ini punya dua saung.

Senja di Sawarna
Senja di Sawarna

Tarif yang dikenakan oleh Ibu Nenda adalah Rp 100.000/orang/malam tapi kami tawar jadi Rp 80.000/orang/malam. Tarif tersebut amat sangat murah karena sudah termasuk makan 3 kali yang makanannya sangat banyak dan enak!!!

Saat pulangnya, karena service bu Nenda yang luar biasa baik ini, kami agak menyesal juga pake nawar harga penginapan hahaha… Akhirnya kami tambahin jadi Rp350.000 buat 4 orang dari yang seharusnya kami bayar Rp320.000.

Makanan di Saung Chlara
Makanan di Saung Chlara: Oncom, ayam, nasi, ikan, air mineral dsb

Karena kami nyampe sore di sawarna, kami putuskan untuk jalan-jalan sebentar saja di pantai sesaat setelah nyampai sawarna. Dan tentu saja suguhan pemandangan pantai di sore hari dengan semburat jingga di langit benar2 ta’jubilah

Malam hari, datang 2 buah papan surfing yang dibawa langsung sama guide-nya yang ditelpon sebelumnya oleh bu Nenda. Tarif sewa papan ini Rp 50.000/hari. Sedangkan tarif guide-nya terserah kita, setidaknya itu yang dibilang guide-nya sendiri. Karena terserah kita, guide yang melatih surfing (namanya Irfan) ini kita kasih Rp 100.000.

Sinyal hape di Sawarna sendiri tidak ada masalah, kecuali teman kami yang menggunakan Simpa(nze)ti yang agak terganggu sinyalnya. Saya sendiri menggunakan Indocrut, dan Excel. Lancar jaya….

Halaman berikutnya, apa saja yang bisa dikunjungi di Sawarna?

1
2
3
4
SHARE

12 COMMENTS

    • @riris
      Kebetulan belum pernah. Setahu saya, naik angkutan umum ke Sawarna rutenya seperti ini:
      (Kalideres/Tanjung Priuk/Slipi Jaya/Kampung Rambutan/Pulo Gadung) -> (Terminal Pakupatan Serang) -> (Malingping) -> (Bayah) -> (Sawarna)

LEAVE A REPLY