Perjalanan ke Bali Lewat Jalur Darat

3

10.36 (Tanah Lot)

Tiket masuk ke Tanah Lot adalah Rp10.000/orang dan mobil Rp15.000. Setelah membayar tiket, kamipun menikmati suatu keunikan mahakarya nenek moyang kita, sebuah pura di atas karag di atas laut. Pura yang Indah dan deburan ombak yang cukup besar benar-benar menakjubkan. Ya, pura ini yang dulu hanya saya lihat di selembar kertas, kini berada persis di depan saya.

Jam menunjukkan pukul 11.32, akhirnya kami selesai walaupun masih kurang lama menikmati Tanah Lot. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Sanur.

13.26 (Pantai Sanur)

Perjalanan agak berputar-putar di Denpasar karena ketika kami bertanya kepada penduduk di sana, selalu jawabannya adalah “Sanur yang mana dulu?”, terus kami jawab lagi “Sanur apa aja deh yang penting Sanur. Yang nanya dan yang ditanyapun akhirnya sama-sama bingung. Akhirnya kami ditunjukkan ke arah “Sanur apa aja deh” tadi. Masuk ke Pantai Sanur gratis, hanya bayar parkir agak ilegal Rp2.000 rupiah. Pantai Sanur adalah pantai pasir putih yang tenang suasananya. Bule-bule yang berjemur di sini pun kebanyakkan juga bule lanjut usia. Di pantai ini, terdapat persewaan alat olahraga laut dan penyeberangan ke Nusa Lembongan. Pukul 14.06 kami selesai, isirahat sebentar, makan siang, kemudian perjalanan kami lanjutkan untuk mengejar sunset di Kuta.

16.01 (Pantai Kuta)

Masuk ke pantai juga gratis, hanya bayar parkir Rp2.000 saja. Kondisi jalan dan parkir di sepanjang jalan Kuta memang macet. Wajar memang karena pantai ini adalah pantai paling populer di Bali. Pantai ini berpasir putih bercampur coklat. Ombaknya bagus, sehingga populer di kalangan para surfer. Pengunjungnya sangat banyak dan beragam. Fasilitas di sekitar pantai ini termasuk paling lengkap di Bali: ada Hard Rock Hotel, McDonald, mall, dan fasilitas lainnya.

Nyebur di Kuta selesai, saatnya nyari penginapan. Kami mencari penginapannya di Denpasar karena kami butuh tempat parkir mobil juga. Akhirnya kami menginap di Hotel Darmadi Denpasar dengan tarif Rp70.000/kamar. Masing-masing kamar disediakan dua kasur, kamar mandi dalam, dan tempat menjemur baju. Tanpa AC dan kipas angin, tapi sudah lumayan adem kamarnya. Sangat murah dibanding Poppies Lane. Parkir sangat luas sehingga banyak rombongan bis besar yang menginap dan parkir di sini. Desain hotelnya pun banyak ornamen tradisional Bali.

 20 Januari 2009

 – 07.53 (Pantai Nusa Dua)

Setelah istirahat semalaman, energi kami seperti di charge 100% kembali. Tujuan berikutnya adalah Nusa Dua Bali. Lagi-lagi, masuk ke pantai ini gratis, hanya perlu membayar parkir mobil Rp2.000. Pantai Nusa dua ini sangat indah. Pasirnya putih bersih. Di pinggir pantai terdapat tanaman yang rindang. Sangat puas kami menikmati Nua Dua. Namun, perjalanan hari itu masih belum selesai. Pukul 8.33 kami berangkat menuju ke Uluwatu.

 – 10.11 (Pura Uluwatu)

Perjalanan kami lanjutkan ke Pura Uluwatu. Tiket masuk ke Pura Uluwatu adalah Rp7.000/orang. Karena pura ini sakral bagi umat Hindu, maka pengunjung yang masuk diharuskan menggunakan selendang. Pengunjung yang memakai celana pendek atau rok mini diharuskan memakai kain panjang untuk menutupi bagian atas kaki.

Pura ini nampak sangat tua usianya. Ada yang bilang pura ini dibangun pada abad ke-9, ada yang bilang dibangun pada 1546 M, ada pula yang bilang pura ini dibangun pada tahun 1400-an masehi. Entah mana yang benar. Lokasi pura ini sangat luas. Terdiri dari satu pura di ujung tebing dan pura-pura lainnya tersebar. Pemandangan alam tebing di pinggir lautnya pun sangat indah. Disini banyak kera yang lucu-lucu karena suka bermain lompat-lompatan di kolam air. Tapi terkadang isengnya gak ketulungan. Saya melihat tali kuncir salah satu pengunjung di tarik sama si monyet. Di sini, juga terdapat pertunjukan tari Kecak di sore hari.

Pukul 10.35, kami cabut untuk menuju ke next destination, Pantai Dreamland atau sering disebut Little Kuta.

– 11.57 (Pantai Dreamland)

Lokasi Pantai Dreamland masih berada di sekitar daaerah Uluwatu. Sampailah akhirnya kami di Dreamland Beach yang menurut saya ini adalah pantai dengan ombak terindah di Bali. Pantai ini berpasir putih. Pantai paling favorit menurut saya di Bali. Waktu itu, ada pungutan masuk sebesar Rp 5.000/orang. Aneh juga sih karena di pantai lainnya gratis.

Pukul 12.26 kami cabut dari pantai ini untuk pergi destinasi selanjutnya, Garuda Wisnu Kencana (GWK).

 – 13.06 (Garuda Wisnu Kencana)

Garuda Wisnu Kencana (GWK), suatu tempat wisata yang sepertinya bakal menjadi icon Bali. Di sini terdapat patung Wisnu menunggang burung Garuda yang diklaim bakal lebih tinggi dari patung Liberty di New York, Amerika Serikat. Disini juga terdapat bukit yang terbelah mirip roti tawar. Selain itu, para penari Bali dan barong juga berseliweran di GWK ini. Tarif masuk GWK adlah Rp 20.000/orang dan Rp15.000/mobil.

Pukul 14.00 selesai, perjalanan akan kami lanjutkan ke Kintamani.

 – Sore hari di Kintamani

Setelah berpanas-panas di pantai, saatnya sekarang berdingin-dingin di daerah pegunungan. Hawa pegunungan terasa sejuk sekali. Kami menginap di homestay keluarga Pak I Nyoman Suarsana (085238932631) dengan tarif semalam Rp200.000 untuk satu rumah, dengan dua kamar tidur+kamar mandi dalam+ruang TV+sofa. Rumah ini di pinggir tebing, sehingga pada pagi hari kami dapat melihat pemandangan Gunung dan Danau Batur yang sangat indah.

Perjalanan seharusnya kami lanjutkan ke Trunyan. Tapi oleh penduduk sekitar kami disarankan untuk tidak kesana karena banyak cerita buruk. Akhirnya, kami batalkan saja niat pergi ke Trunyan. Kami memutuskan pulang saja. Tapi sebelum, pulang saya membawa oleh-oleh yang sangat spesial, yaitu anak anjing asli Kintamani.

Perjalanan pulang kami lalui melalui jalur utara Bali, kami melihat babi yang bebas berkeliaran di sepanjang jalan dan perkampungan penduduk seperti halnya bebasnya kucing berkeliaran di Jakarta. Unik memang karena jarang saya jumpai di Pulau Jawa.

Tips jalan-jalan ke Bali lewat jalur darat:

1. Beli Peta Bali sebelum memulai perjalanan sehingga kita bisa mengurutkan rute dengan rapi. Atau, pilihan yang lebih canggih adalah dengan menggunakan GPS. Rute jalan di Bali lumaya mudah. Hanya mengikuti jalan besar dari satu tempat ke tempat lainnya, lihat papan petunjuk tempat, maka sampailah ke tempat tujuan.

2. Malu bertanya sesat di jalan. Bertanyalah jika memang ragu. Penduduk Bali pada umumnya baik-baik.

3. Telusuri jalur selatan dan jalur utara untuk merasakan sensasi perjalanan darat di Bali.

Total biaya bensin pulang pergi Solo-Bali-Solo hanya Rp635.000 saja. Satu mobil kami isi bertujuh pula. Murah bukan?

1
2
SHARE

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY