Perjalanan ke Bali Lewat Jalur Darat

Perjalanan ke Bali Lewat Jalur Darat

“destination is never a place, but a new way of seeing things.“ Henry Miller

Ini adalah perjalanan pertama saya ke Bali. Impian saya sejak lama karena saya sangat ingin kesini, tempat yang katanya lebih terkenal di dunia dibanding Indonesia sendiri. Tapi setahun berlalu, akhirnya saya sadar bahwa tujuan saya yang awalnya “sekedar ingin ke Bali” ternyata menjadi “saya sangat beruntung melihat sesuatu yang baru (SSBMSYB, agak maksa sih singkatannya-red)”.  Karena perjalanan ini dilakukan melalui jalur DARAT!!!

Perjalanan ini sangat berlawanan dengan teori lazy traveling buatan gw sebelumnya (buat teori sendiri, dibantah sendiri). Banyak hal yang menarik yang terlewatkan kalo kita lewat cara cepat melalui jalur udara. Hanya perlu satu pengorbanan, yaitu masalah waktu.

Foto-foto perjalanan ini saya ambil melalui handphone SoniErreksi K600. Sekali lagi harap dimaklumi kalo gambar tidak memuaskan karena saya fotografer amatir dan gambar hanya diambil melalui kamera hape. Kalo mau versi bagusnya silakan cari di Google Image, kalo masih gak puas juga?datang sendiri aja hehehe, seeing is believing… Dulu saya tidak mencatat di notes mengenai waktu perjalanan, maka saya mengidentifikasinya melalui image properties masing-masing foto2.

18 Januari 2009 (Kota Solo)

 

Perjalanan dimulai dari Kota Solo tempat lahir saya. Siang hari, kami berangkat naik mobil Zebra jadul. Tujuan kami adalah menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Kilometer demi kilometer kami lalui melewati Sragen, Ngawi, Kertosono, Nganjuk, Situbondo, sampai ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi kesesokan harinya.

SSBMSYB nomor 10 : Melihat kota-kota di Jawa Timur dan melihat perkebunan karena jalur kami memang melalui perkebunan karet.

SSBMSYB nomor 9: Melihat keindahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton, Situbondo di malam hari yang sangat indah. Selain kerlip-kerlip lampu di malam hari juga ada gerakan listrik raksasa yang mirip petir!

PLTU Paiton SItubondo

 

19 Januari 2009

 

- 06.17 (Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi)

 

Menuju Ketapang ini jalanan berlobang-lobang dan melewati perkebunan. Kalo malam, bener2 seperti masuk hutan gelap. Mana jalanannya juga hancur pula. Sampailah mobil kami yang berisi tujuh orang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Harga tiket kapal Indonesian Ferry adalah Rp5.700/orang dan mobil Rp 94ribu rupiah (update tarif klik disini).

SSBMSYB nomor 8: Melihat keindahan Pelabuhan Ketapang di Pagi hari dengan background gunung, burung walet, sunrise, air laut, kapal ferry, dan ini dan itu..arggghh..

SSBMSYB nomor 7: Melihat jam handphone (saya setting waktunya otomatis sesuai dengan waktu provider terdekat) berubah2. Kadang mengikuti WIB, kadang WITA. Jadi gak perlu riset mendalam kalo ingin merasakan time travel atau menembus waktu :P . Dengan mudah kita bisa kembali 1 jam sebelumnya atau kembali ke 1 jam sesudahnya hehehehe..

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi

- 07.13 (Pelabuhan Gilimanuk, Bali)

 

Sampailah kami di Pelabuhan Gilimanuk. Senang luar biasa menginjakkan kaki di tanah impian (lebay, orang didalam mobil gimana menginjak tanah??). Tujuan beikutnya adalah Tanah Lot. Perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Tanah Lot ini luar biasa mengesankan, karena:

SSBMSYB nomor 6: Melihat perkampungan tradisional penduduk yang sangat unik. Yang saya pikir desain rumahnya sangat orisinil,  penuh ukiran, penuh cita rasa seni yang tinggi, mistis, indah sekali…

SSBMSYB nomor 5: Melihat pantai sebelah barat daya Bali yang jarang diekspose. Pantai dengan gulungan ombak yang sangat rata, di pinggir pantai terdapat pasir dan sawah. Sekali lagi indah sekali…

- 10.36 (Tanah Lot)

Berdasarkan peta dan analisis saya, perjalanan pertama adalah ke Tanah Lot. Tiket masuk ke Tanah Lot ini Rp10.000/orang dan mobil Rp15.000. Pura yang Indah dan deburan ombak yang cukup besar benar-benar menakjubkan.

Tanah Lot

Jam menunjukkan pukul 11.32, akhirnya kami selesai walaupun masih kurang lama menikmati Tanah Lot. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Sanur.

- 13.26 (Pantai Sanur)

Perjalanan agak muter-muter di Denpasar karena kami tanya-tanya penduduk sana, jawabannya selalu “Sanur yang mana dulu”, terus kami jawab lagi “Sanur apa aja deh yang penting Sanur. Yang nanya dan yang ditanyapun akhirnya sama-sama bingung. Cepedeee…Akhirnya kami ditunjukkan ke arah “Sanur apa aja deh” tadi.  Masuk Pantai Sanur gratis cuman bayar parkir agak ilegal Rp2.000 rupiah. Pantai Sanur adalah pantai pasir putih yang tenang suasananya. Bule-bule yang berjemur di sini pun kebanyakkan juga lanjut usia.Ada persewaan jetski dan olahraga air lainnya.

Pantai Pasir Putih Sanur

Jam 14.06 kami selesai, isirahat sebentar, makan siang, kemudian perjalanan kami lanjutkan nyari sunset di Kuta.

- 16.01 (Pantai Kuta)

Pantai ini gratis juga, cuman bayar parkir Rp2.000. Jalan dan parkir di sepanjang jalan Kuta memang rada macet. Pantai paling populer di bali sih…Pantai ini pasirnya putih bercampur coklat. Ombaknya bagus, makanya populer buat para surfer. Pengunjungnya sangat banyak dan beragam. Fasilitas paling lengkap: ada Hard Rock Hotel, McDonald, mall, dan fasilitas lainnya. Yang agak susah kalo kesini adalah nyari toilet!!!

Pantai Kuta Bali sore hari

Nyebur di Kuta selesai, saatnya nyari penginapan. Kami mencari penginapannya di Denpasar karena kami butuh tempat parkir mobil juga. Akhirnya kami menginap di Hotel Darmadi Denpasar dengan tarif Rp70.000/kamar. Masing-masing kamar disediakan dua kasur, kamar mandi dalam, dan tempat menjemur baju. Tanpa AC dan kipas angin, tapi sudah lumayan adem kamarnya. Sangat murah dibanding Poppies Lane. Parkir sangat luas sehingga banyak rombongan bis besar yang menginap dan parkir di sini. Desain hotelnya pun banyak ornamen tradisional Bali.

 

20 Januari 2009

 

- 07.53 (Pantai Nusa Dua)

Setelah istirahat semalaman, energi kami seperti di charge 100% kembali. Tujuan berikutnya adalah Nusa Dua Bali. Dan lagi-lagi, masuk pantai gratis cuman bayar parkir mobil Rp2.000. Padahal jalan masuk ke pantai ini mirip masuk resort, makanya awalnya saya pikir masuk ke pantai ini pasti bayar kayak masuk Tanah Lot. Pantai Nusa dua ini sangat indah. Pasirnya putih bersih. Di Pinggir pantai ada tanaman rindang. Ada genangan air laut di pinggir pantai yang sangat jernih. Dan ada pula ombak yang besar agak jauh dari bibir pantai. Saya lihat ada beberapa turis yang membawa papan selancar disini.

Pantai Nusa Dua, Bali

Sangat puas kami menikmati Nua Dua. Tapi perjalanan masih belum selesai. Pukul 8.33 kami berangkat menuju ke Uluwatu.

 

- 10.11 (Pura Uluwatu)

 

Perjalanan kami lanjutkan ke Uluwatu Temple. Nah, di sini tiket masuknya Rp7.000/orang. Karena pura ini sakral bagi umat Hindu, maka pengunjung yang masuk diharuskan menggunakan selendang. Pengunjung yang memakai celana pendek atau rok mini diharuskan memakai kain panjang untuk menutupi paha.

Dari wujudnya, pura ini nampak sangat tua. Ada yang bilang pura ini dibangun pada abad ke-9, ada yang bilang 1546 M, ada yang bilang 1400-an masehi. entahlah… Lokasinya sangat luas. Terdiri dari satu pura di ujung tebing dan pura-pura lainnya tersebar(eiitt…kok kata-katanya malah mirip pura-pura dalam perahu). Pemandangan alam tebing di pinggir lautnya pun sangat indah. Disini banyak kera yang lucu-lucu karena suka lompat-lompatan di kolam air. Tapi terkadang isengnya gak ketulungan. Saya melihat tali kuncir pengunjung lain di tarik ama nih monyet. Ada pertunjukan tari Kecak juga kalo malam, cuman kami harus balik sebelum malam atau kami berubah jadi serigala..auuuuwww…

Pura Uluwatu

Udah pukul 10.35, next destination, Pantai Dreamland atau sering disebut little Kuta ini..check your belonging and step carefully (busway kalee).

- 11.57 (Pantai Dreamland)

Masih di sekitar daaerah Uluwatu, sampailah kami di Dreamland Beach yang menurut saya ini adalah pantai dengan ombak terindah di Bali. Pantai ini juga berpasir putih. Pantai paling favorit menurut saya di Bali. Ada pungutan ilegal waktu itu Rp 5.000/orang. Yah kami anggap aja biaya masuk.

Pantai Dreamland

 

Pukul 12.26 kami cabut untuk pergi ke Garuda Wisnu Kencana (GWK).

 

- 13.06 (Garuda Wisnu Kencana)

 

Garuda Wisnu Kencana (GWK), suatu lokasi yang sepertinya bakal menjadi identitas kesenian Bali. Ada patung Wisnu menunggangi Garuda yang diklaim bakal lebih tinggi dari patung Liberty New York. Meskipun sampai tahun 2010 pun masih belum selesai juga. Disini juga terdapat bukit yang terbelah mirip roti tawar. Ada penari Bali dan barong juga, Biaya masuk GWK Rp 20.000/orang dan Rp15.000/mobil.

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Pukul 14.00 selesai, perjalanan akan kami lanjutkan ke Kintamani.

 

- Sore (Kintamani) <– gak ada bukti waktu otentik difoto, yang jelas kami nyampe sini dah mulai gelap

Setelah berpanas-panas terus di pantai, sekarang saatnya berdingin-dingin di daerah pegunungan. Hawa pegunungan terasa sekali… dingin brrrr…. Kami menginap di homestay keluarga Pak I Nyoman Suarsana ( 085238932631) semalam Rp200.000 untuk satu rumah. Jadi serasa nginep di vila gitu dengan dua kamar tidur+kamar mandi dalam+ruang TV+sofa. Rumah ini di pinggir tebing, sehingga paginya kami dapat melihat pemandangan Gunung dan Danau Batur yang sangat indah.

Danau dan Gunung Batur, Kintamani di pagi hari

Perjalanan seharusnya kami lanjutkan ke Trunyan. Tapi oleh penduduk sekitar kami disarankan untuk tidak kesana karena banyak cerita2 buruk. Ya sudah, kami batalkan, kami pulang saja. Tapi sebelumnya saya beli anak anjing asli Kintamani dulu seharga Rp150.000.

Anak Anjing Kintamani

Perjalanan pulang kami lalui melalui jalur utara Bali, lagi lagi ada sedikit catatan yang mengesankan, yaitu:

SSBMSYB nomor 4: Melihat pantai utara Bali yang jarang terekspose

SSBMSYB nomor 3: Melihat perumahan tradisonal bali sepanjang perjalanan

SSBMSYB nomor 2 : Melihat babi yang bebas berkeliaran di sepanjang jalan dan perkampungan penduduk seperti halnya bebasnya kucing berkeliaran di Jakarta

Dalam perjalanan kami iseng kenapa gak sekalian main di Pantai Pasir Putih Situbondo?Oke, dengan tiket masuk Rp6.000/orang kami masuk ke pantai. Harusnya nama Pantai ini Pantai Pasir Hitam Putih karena warna pasirnya percampuran pasir hitam dan pasir putih.

Tips jalan-jalan ke Bali lewat jalur darat:

1. Beli Peta Bali sebelum memulai perjalanan sehingga kita bisa mengurutkan rute dengan rapi. Atau, pilihan yang lebih canggih gunakan GPS. Jalanan Bali sangat mudah. Hanya mengikuti jalan besar dari satu tempat ke tempat lainnya, trus liat plang petunjuk jalan maka sampailah ke tempat tujuan…

2. Malu bertanya sesat dijalan.

3. Telusuri jalur selatan dan jalur utara untuk merasakan sensasinya.

Total biaya bensin pulang pergi Solo-Bali-Solo cuman habis Rp635.000 saja. dan, satu mobil kami isi bertujuh. Murah bukan?Satu lagi SSBMSYB peringkat pertama yang didapatkan kalo perjalanan dilakukan melalui darat:

SSBMSYB Nomor 1: Melihat ekspresi muka capek bercampur bahagia  yang ikut trip lebih lama. Priceless..

Artikel lain: Perjalanan Bali-Lombok

Gambar-gambar/Foto-Foto Lengkap Pulau Bali

Gambar-gambar/Foto-foto Lengkap Ketapang Gilimanuk

Gambar-gambar/Foto-foto Lengkap Situbondo


1 COMMENT

Leave a Reply