Perjalanan Impian ke Bromo, Madakaripura, dan Sempu

7

CHAPTER MADAKARIPURA WATERFALLS

6 November 2009

– 10.00

Setelah puas main-main di Bromo, kami menuju Air Terjun Madakaripura. Sesampainya di sini, ada pemandu yang tarifnya Rp 50.000 yang agak sedikit provokatif (katanya rutenya agak susah) dan semi memohon (katanya udah lama gak ada yg datang kesini jadi dia gak ada pendapatan sama sekali). Memang benar, kita harus melewati sesungaian terjal, dan air terjun penyambutan dulu sebelum ke air terjun utama. Agak jauh emang jaraknya dari parkiran mobil. Tapi begitu nyampe tempatnya…We.Ow.We….Ta’ jubilah luar biasah (karena kebasahan juga kena air terjunnya). Air terjun ini seperti miniatur Paradise Falls yang ada di film UP itu lho (adventure out there!). Isolated and beautifulllll……jamil…

Air Terjun Madakaripura
Air Terjun Madakaripura

CHAPTER SEMPU

– 19.00

Setelah puas bas’ah-bas’ahan di Madakaripura, perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Sempu. Perjalanan malam ini kami lalui naik turun bermenanjak bermenurun melalui berbukit-bukitan berlereng kehutan-hutanan (ngomong opo toh le..). Agak de’ de- an juga sih jantung ini. Malam hari gitu loh melalui jalan gelap yang naik turun perbukitan…

Sesampainya di Sendang Biru (Pantai di Pulau Jawa untuk nyebrang ke Pulau Sempu) kami langsung bermalam di penginapan di Wisma Wisata Keluarga Sendang Biru. zzzzZZZZZzzzz… Molor dulu ah sampai pagi…

Pantai Sendang Biru
Pantai Sendang Biru

7 November 2009

– 08.00

Pantai Sendang Biru nya sendiri sebenarnya sudah cantik. Tapi kami mau ke “surga” itu, surga yang sembunyi malu-malu dibalik Pulau Sempu. Surga yang sering disebut Segara Anak itu lho. Setelah sarapan ala kadarnya, kami nyari2 kapal buat nyebrang ke pulau Sempu. Sewa kapal di sini sudah diorganisasisir (halah!) oleh pengelola. Bagus memang supaya masing-masing nelayan dapet penghasilan yang sama dengan tarif yang tidak jatuh. Pertama harus izin dulu ke petugas karena kawasan Pulau Sempu ini sebenarnya bukan kawasan wisata komersiil tapi kawasan cagar alam yang harus dijaga kelestariannya. Tarif sewa kapal plus biaya masuk sempu plus biaya lain-lain kami berenam adalah Rp 50.000 an per orang (FYI, grup kami terdiri dari enam orang).

Oke, kami siap menyebrang ke Pulau Sempu. Ehm… Tunggu tunggu…Kapal ini sebenarnya kalo punya kaki ibarat loncat dikit doang gak sampai harus lari marathon untuk menuju Pulau Sempu. Apa pasal? Pulaunya tuh deket buanget dari Sendang Biru…

Perjuangan belum selesai. Kami harus menyusuri hutan selama satu jam untuk menuju surga yang konon mirip Phi Phi itu. Perjalanan ini ibarat kita  mengejar impian. Indah di bayangan, berat di usaha. Sebelum hasil didapat, usaha nampak berat dan pencapaian terasa mustahil. Asal konsisten, usaha kita pun akan membuahkan hasil… Haiyah malah khotbah. Dan…eng ing eng.. Surga itu sudah nampak… WOW!!!!!

Sempu
Yah foto sempunya miring

Kok gitu doang gambarnya? Begini ya, semahal kamera apapun juga, lensa terbaik adalah mata anda sendiri. Aslinya jauuuh, ehm.. saya ulangi, JAUUUUUUUH lebih keren dibanding gambar diatas yang diambil oleh fotografer amatir tanpa skil memadai *sedih*. Airnya benar-benar bersiiih, tenang, dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pasirnya lembuuuut banget seperti tepung. Kalo karangnya tertabrak ombak… arghhh… seperti orgasme… Airnya MUNCRAT ke atas.. Air muncrat (entahlah penulis juga susah menggambarkannya) inilah yang disebut2 sebagai keunggulan Sempu dibanding saudara Thai-nya, yaitu Phi-Phi Island.

Halaman berikutnya, perjalanan ke Malang

Baca juga:  Tanjung Bira, Pantai Pasir Tepung
1
2
3
4
SHARE

7 COMMENTS

  1. iyaaaaa….. pulau sempu keyeeeeen…… hhahaa
    gw moto jg lbh bagus mata memandang… :p
    btw, tulisan puppy si lazy traveler bikin gw ktawa muluu..jiahaaha
    *salam kenal*

  2. Salam kenal,

    Boleh minta no telp Pak Budi yg baik itu krn sy jg ada rencana mau ke bromo. No hp yg 081391344349 tdk bs dihubungi. Apa ada no yg lain. Terima kasih.

    • @Bils
      Rawan gimana ya? kalo kata temen gw kalo pas musim hujan emang jalur trekkingnya ancur banget… tapi kalo pas gak ujan sih biasa aja sih pas saya ke sana dulu

LEAVE A REPLY