Puppy Jalan-jalan ke Jepang

9

 “Travelers never think that THEY are the foreigners.” – Mason Cooley

Tokyo, Jepang. Pertama kali ke Jepang, saya berfikir “Huruf Katagana, Hiragana,  dan Kanji yang mirip cacing di mana-mana? Ehm… Bisa gak ya ngerti bahasa mereka?”. Bahasa Jepang yang saya tahu hanya sedikit pula: arigato, sayonara, dan aishiteru? Oh ya satu lagi “kokorono tomo”, itupun saya tidak tahu arti kokorono tomo apaan, hanya karena lagunya terkenal saja jadi saya tahu kokorono tomo hehehe…  Pernah lihat film Lost in Translation? Kira-kira seperti itulah Tokyo. Mau tahu Lost in Translation versi saya?

 

Kalau saya boleh bilang, kultur suatu kota di negara maju memang berbeda. Perilaku masyarakatnya sudah dewasa dan bertanggung jawab, infrastruktur kota sangat bagus dan bersih, semuanya berjalan sangat baik dan tertib. Tapi…

1. Susah bedain robot dan manusia

Seperti yang sering kita lihat di film-film Jepang, ya seperti itulah yang terjadi. Hampir semua orang kalau berjalan kaki cepet, lurus, dan seperti tak mudah terkena godaan. Di kereta hanya duduk diam, ada yang sambil membaca buku, ada yang tidur seperti kehabisan daya. Waktu itu tak tampak satupun yang saling ngobrol. Robot? No…

Tokyo Jepang Subway
Begini nih kondisi di dalam kereta api di Tokyo. Terkadang penuh banget, terkadang sepi seperti ini

2. Music lovers?

Setiap manusia, eh maksud saya robot tersebut, pasti nyumpelin earphone ditelinganya. Ya, entah apa yang didengerin mereka. Musik? Mungkin. Bahan kuliah/kerja? Bisa jadi. Atau siaran ulang gosip tetangga?

3. Kebanyakan orang memakai hape yang bentuknya clamshell

Ketemu orang Tokyo membawa Blackberry? Nokia? SonyErricsson? Kalau iya, berarti dewi fortuna lagi deket anda tuh… Kebanyakan dari mereka pegang handphone lipat/clamshell. (Update 2014: Sekarang sudah banyak pula yang memegang Iphone)

4. Susah nyari orang yg bisa Bahasa Inggris

Mereka sangat bangga dengan bahasa mereka sendiri. Bagus sih demi melestarikan bahasa mereka. Tapi bagi turis yang hanya mengandalkan Bahasa Inggris seperti saya benar-benar hanya bisa melongo kalau mereka sudah cas-cis-cus menjawab pertanyaan kita dengan Bahasa Jepang. Padahal kita bertanya menggunakan Bahasa Inggris lho. Yasalam :(. Eh, pernah nonton film Lost in Translation kan? Ya seperti itu kejadiannya, saling tak mengerti apa yang kita bicarakan hahaha

5. Sopan

Susah didefinisikan, yg jelas sopan aja. Kalo kita cari di dalam kamus Bahasa Indonesia, arti kata ‘sopan’ itu adalah angin puting beliung. Itu Topan….

6. Jujur

Sumpah… Sampai pedagang kecil pun jujur banget. Misalnya, penjual makanan yang mengandung babi. Sewaktu teman saya bertanya apakah makanan yang dijualnya mengandung babi, mereka menjawab iya makanan yang dijualnya mengandung babi. Mereka tidak mau menipu agar barang dagangannya laku.

7. Suka membantu

Waktu itu saya dan teman saya ingin menonton show Kabuki di Ginza. karena sudah muter-muter tidak ketemu juga, akhirnya kita bertanya ke orang Jepang di mana tempat show Kabuki di Ginza. Eh, bukannya nunjukin arah jalan, dia malah mau mengantar kita sampai ke lokasi lho. Wow…

Ginza Tokyo Jepang Kabuki
Tempat Kabuki Show di Ginza, Tokyo

8. Baik hati

Jadi ceritanya seperti ini. Saya membeli susu cair di minimart, karena tangan saya yang luar biasa cekatan ini, susu yang saya pegang tersebut jatuh kemudian tumpah deh isinya ke lantai. Bukannya disuruh bersihin dan jilatin tuh susu yg tumpeh-tumpeh, saya malah dikasih ganti susu yang baru… Kemudian bengong. Harusnya saya kan diomelin.

9. Macet? No way… Kotor? No way…

Dua minggu berada di Tokyo dijamin bakal kangen sama deru Kopaja, Metromini, dan Angkot. Hahaha

10. Penduduknya Modis-modis

Kalau ada orang yang kurang modis di publik, hampir dapat dipastikan bukan orang Jepang. Hampir semua cewek di sini sudah kehilangan warna rambut aslinya!

Update 2014 dan 2017: penduduk Jepang kembali berdandan normal. Hiks, jadi kangen zaman Harajuku style booming.

Baca juga:  Hmm... Sunset di Bendungan Colo Chantique Juga

11.Hampir semua makanan, termasuk mie instan, mengandung babi/minyak babi

Mau yg gak mengandung babi? Makanlah Onigiri (lemper yg dibungkus rumput laut). Jadi buat kamu yang tidak makan babi, rajin-rajin bertanya ya. Buat kamu yang demen makan daging babi, surga banget deh. 

12. speed internet? Tak perlu ditanya… lemooooooottttt banget…

Hoax, jangan dipercaya. Jepang gitu loh! Masak internetnya lemot?

13. Bokep?

Mau cari majalah porno? Dijual bebas di minimart macem Indomart/alfamart… Kedai yg jual bokep juga ada…Waktu itu saya masuk kekedai bokep tersebut, tapi tidak beli beli… Hanya melihat-lihat saja… Tengsin euy hehehe

Di kamar hotel, saya iseng memencet semua channel TV, eh tiba-tiba muncul satu channel berisi adegan tidak senonoh yang menyenangkan bin seronok… Dua orang cowok sedang meng’gitu’in’ satu cewek dalam keadaan telanjang bulat setengah lonjong… Ternyata channel tersebut adalah channel berbayar, setiap hari hanya dikasih gratis 5 menit saja.

14. Fair

Kalau kita kurang bayar di stasiun kereta, ada fare adjustment sehingga tinggal menyesuaikan tarif yang benar saja. Kalau kita salah membayar kereta, duitnya bisa dikembalikan

15. Sistem perkeretaapian top abis

Mau naik subway? KRL? Asal tahu rute kereta, bisa membedakan warna, bisa baca huruf abcd… Dijamin bisa sampai kemanapun yang kita mau. Rutenya tertulis jelas, dengan simbol dan warna yang jelas, tersedia dalam huruf latin. Masih bingung juga? Buka www.hyperdia.com.

Namun ketika berada di stasiun besar seperti Shinjuku, baru deh kalo kamu tersesat adalah hal yang wajar. Pintunya buanyak banget!

16. Mahal?

Harga Onigiri a.k.a lemper 160 yen (Rp 16rb), makanan lainnya antara 298 -750 yen. makan di Wendy’s paling tidak habis 620 yen. 1 yen = Rp 100. Tiket kereta api 130-270 yen (Rp 13rb-27rb). Barang elektronik? Hampir sama sih harganya dengan di Indonesia. Bedanya, di Tokyo barangnya kebanyakan made in Japan. Harga baju? Hampir sama juga kok.

17. Di mana anak kecil di Tokyo?

Busyet, selama di Tokyo jarang banget melihat anak kecil. Beda dengan di Indonesia di mana-mana ada anak kecil hehehe

18.Hotel

Hotel di Tokyo yang saya tempati tarifnya per orang, bukan per kamar. Hotel lain kabarnya juga seperti itu.  Waktu itu saya menginap di Olympics Inn, Azabu Juban dengan tarif Rp 900rb/malam/orang. Kelas melati sih kalau di Indonesia, tapi sabun shampoo pake Shiseido dong.

(update: Sensasi menginap di hotel kapsul!)

Baca juga:  Ruby Falls, Kilau Air Terjun Bawah Tanah

19. Colokan listrik nya gepeng dua

Bentuk colokan listrik untuk peralatan elektronik di Jepang menggunakan standar gepeng dua. Jadi jika membawa peralatan elektronik dari Indonesia, tidak bisa dicolok di Tokyo karena standarnya beda. Kita harus membawa converter (universal adapter) agar peralatan elektronik kita bisa dipakai di Jepang. Universal adapter ini bisa di beli di Indonesia (misalnya di Ace hardware) atau bisa dibeli juga di kawasan di Akihabara.

Colokan Listrik di Jepang
Colokan listrik di Jepang yang gepeng dua

20. Baru nemu satu gelandangan dan satu pengemis

Entah orang Jepang itu malu mengemis atau karena saking makmur negaranya, jarang banget saya melihat gelandangan atau pengemis di Tokyo.

21. Tak perlu melewati detektor logam/bom  saat memasuki mall atau gedung lainnya.

Beda banget kan jika dibanding masuk mal di Jakarta, yang harus digeledah tasnya dan harus masuk detektor logam.

22. Tak ada airport tax

Hampir sama denga bandara-bandara di negara maju. Airport tax sudah masuk di komponen tiket pesawat.

23. Membeli barang bisa bebas pajak kalau menunjukkan paspor (free duty)

Tak hanya berlaku di toko-toko besar dan di bandara lho ya, toko-toko kecil pun juga banyak yg free duty kok

24. Pedagang asongan namanya vending machine

Buaanyaaaaak banget pedagang asongan di sini… Suer… Mirip di Indonesia kan? Akan tetapi, pedagang asongan di sini berupa kotak mesin yang bahasa internasionilnya adalah vending machine.

25. Frekuensi stasiun radio di Tokyo bagaimana sih? Handphone saya menggunakan gelombang FM 85-108 Mhz kok tidak menangkap sinyal radio yang masuk ya?

Padahal kan pengen mendengar orang Jepang cas cis cus di radio.

26. Pengemudi Taksi di Tokyo rata-rata berusia tua

Usia taksi dan pengemudinya hampir sama… Sama-sama uzur hehehe…

Halaman selanjutnya, tempat wisata menarik di Tokyo

Baca juga:  Pulau Sempu (Lagi?)
1
2
3
SHARE

9 COMMENTS

  1. Hi Puppy,

    mau tanya nih soal jepang. gimana soal visa (susah ga??), terus berapa yang harus di bawa (uang saku) naik apa ya 😀 enaknya kapan dan bulan apa supaya bisa kejepang (pengennya winter maklum kampung lom ada salju :p )

    thanks ya… 😀

    • Hi Suli,
      Visa kebetulan kemarin gw diurusin ama kantor jadi ya…gak susah hehehe…(Puppy blm pernah bikin visa sendiri ke Jepang)
      Kalo Winter itu mulai bulan Desember-Februari, tapi kalo nyari salju jangan ke Tokyo karena konon jarang turun salju..
      Puppy sendiri pas ke Tokyo bulan Desember (perpindahan musim gugur ke dingin) suhu udara udah dibawah 0’C, tapi gak turun salju
      Uang saku harus banyak tentunya karena kebutuhan pokok (makan, nginep, transport) biayanya tinggi, selebihnya harga standar sih..
      Naik apa? tuh Airasia sering promo ke Jepang hehehe.. kalo naik Japan Airlines/Garuda bisa Rp 10jt PP
      thank juga… 🙂

      • uda cek soal tiket ujung2nya mentok untuk airasiyah JKT KL KL TYK bisa mentok 6jt. kalo naek Malesian Airways 7jt beti deh 😀 uang saku 50rb yen cukup ndak kalo ndak nabung lagi dah T__T terus enak e di urus kantor tuh visa -_-” ada rincian itenari ndak? nanti temen gw mo tanya2 soal itenari balik lombok wekekeke soalnya panduan di Puppy mendukung banget 😀

        • hehehe..boleh2 nanya aja gapapa..
          Untuk penginapan coba cari di hostelworld atau yang lebih murah di hostelbookers deh.. dorm room harganya 1.765-5.000 yen/malem. Ada lagi yg lebih ngirit, biasanya kaum backpacker nyari warnet yang 24jam, trus sewa, trus tidur didalam warnet. beneran lho..
          makan murah antara 160-350yen
          transport kereta antara 150-360 yen
          gw kira 50rb yen cukup. Dulu gw 60rb yen masih nyisa kok..
          kalo itenerary maaf sayang sekali dulu gak buat, cuman keliling2 kota Tokyo aja plus sehari jalan ke Kawaguchi buat ngeliat Fujiyama
          🙂

  2. Gambar-gambar nya kok banyak yang gak muncul yah ?

    Pengen jalan2 ke Tokyo dan Osaka, binggung masalah bahasa

    • @Jendri
      Oh ya? masak gambarnya ga muncul, coba ntar saya betulin…
      kalo ke tokyo ga begitu masalah dgn bahasa krn info nya lumayan “terbaca” walopun penduduknya jarang yg bisa bahasa Inggris dg lancar

  3. Salam kenal
    Infox sangat bermanfaat. Kebetulan sy mo ke jepang tahun depan. Ga pake travel. Prgx cm berdua ma teman yg sama2 ga pny pengalaman ke jepang sblmx. Niy bakal jd pengalaman prtmku. Tekadx sich dah bulat tp tetap ajha takut klo nanti sy bakal ilang di jepang. Hehehe
    Ganbatte
    🙂

LEAVE A REPLY